Langsung ke konten utama

Malaysia Kritik Suporter Indonesia

Sikap suporter Indonesia yang bermusuhan kepada Malaysia, menjadi sorotan.
SENIN, 21 NOVEMBER 2011, 13:51 WIB Anggi Kusumadewi

VIVAnews – Perebutan medali emas antara Garuda Muda dengan Harimau Malaya Muda pada final sepakbola SEA Games di Stadion Gelora Bung Karno nanti malam, diwarnai dengan munculnya kritik pedas dari warga Malaysia terhadap perilaku suporter Indonesia.

Kritik keras itu dimuat dalam media online Malaysia, thestar.com, Minggu 20 November 2011 kemarin, dan ramai diperbincangan di twitter sepanjang pagi ini. Artikel itu ditulis oleh Wong Chun Wai. Berikut isi lengkap artikel tersebut setelah dialihbahasakan ke Bahasa Indonesia.

Anda Memalukan!

Permusuhan terhadap tim dan media kami dalam SEA Games di Indonesia adalah aib yang sangat memalukan. Sungguh sangat konyol bagaimana rivalitas antara Malaysia dan Indonesia semakin panas pada SEA Games di Indonesia saat ini. Lebih tepatnya, hal itu bahkan berubah menjadi permusuhan terbuka, bahkan kebencian nyata, pada sebagian rakyat Indonesia.

Ini semua sangat mengherankan karena perolehan medali tuan rumah sangat jauh di atas Malaysia. Mereka menempati tempat teratas dengan mengoleksi lebih dari 100 medali emas, sementara kami berada di posisi keempat dengan hanya mengumpulkan lebih dari 40 medali emas. Kami bahkan kalah dari Indonesia dalam sepak takraw, dengan hanya memperoleh medali perunggu setelah kalah berturut-turut dari Thailand dan Indonesia.

Tapi atlet, petugas, dan media kami menghadapi sikap antagonisme setiap hari, yang bisa dipicu oleh siapa saja di setiap lokasi di mana atlet Malaysia berkompetisi. Pada titik tertentu, itu bisa jadi dipicu oleh faktor kegilaan atau sifat kekanak-kanakan semata, tergantung pada bagaimana Anda melihatnya.

Tim Malaysia telah menerima fakta bahwa bahwa kerumunan suporter Indonesia akan menunjukkan kebencian dan ketidakhormatan mereka secara terbuka terhadap lagu kebangsaan kami, dengan menolak untuk berdiri saat lagu kebangsaan kami diputarkan. Tapi yang terjadi telah lebih dari itu – kapan pun lagu Negaraku dimainkan, kerumunan massa akan meniupkan terompet, beteriak, dan mengejek.

Ada juga kejadian ketika suporter Indonesia mengangkat jari tengah mereka sebagai simbol mengejek, kepada para fotografer, di mana pun atlet Malaysia berkompetisi. Kurangnya perilaku sportif ini mencapai tingkat yang keterlaluan ketika wartawan Malaysia dilarang meliput di hari terakhir kompetisi berenang.

Seorang petugas yang diidentifikasikan bernama Chris Ardi Toruan bahkan lupa bahwa perannya adalah untuk memastikan kelancaran acara, karena dia malah berubah menjadi penghasut dan hampir menyebabkan perkelahian.

Petugas yang bertanggung jawab di gerbang masuk pun tidak hanya bersikap kasar dan mengancam, tapi juga berteriak kepada kerumunan: “Ini semua orang Malaysia! Tak ada otak semua.” Petugas itu lantas dilaporkan berbalik kepada sekelompok kecil jurnalis Malaysia, dan mengatakan: “Ini adalah negara kami! Jika kamu tidak menyukainya, kamu dapat pergi!”

Tak perlu mempertimbangkan menjadi tuan rumah yang ramah atau terpikir solidaritas Asean. Lupakan tentang pujian yang sering disematkan tentang “bangsa serumpun” (kelompok ras yang sama), dan sebutan umum sebagai tetangga dekat. Semua itu melayang pada SEA Games.

Pejabat dan tokoh Malaysia juga menemukan kursi mereka “hilang” diduduki para pejabat Indonesia, bahkan tentara-tentara jenderal, di perlombaan tertentu. Kami telah mempertimbangkan, kasus-kasus itu terlalu kecil untuk dibuka, dan memilih memahami bahwa gangguan ini merupakan bagian dari setiap peristiwa besar.

Ada pula tuduhan bahwa lokasi pertandingan berubah pada menit terakhir, tanpa memberitahu para finalis dan wartawan, sehingga menghasilkan tekanan dan kecemasan pada menit-menit terakhir. Tapi lagi-lagi, terlepas dari segala keluhan, hal ini diterima.

Bagaimanapun, ada omelan pribadi bahwa hal-hal itu dilakukan untuk menguntungkan Indonesia. Namun tidak ada yang benar-benar memiliki bukti atas tuduhan tersebut. Yang jelas, permusuhan dari suporter Indonesia-lah yang menjadi masalah memprihatinkan. Tekadang, hal ini bahkan didukung oleh para pejabat dan media lokal.

Setiap kali atlet Malaysia mencetak angka pada pertandingan apapun, mereka mengejek, memprovokasi, dan mengejek. Kami memahami rivalitas macam itu pada pertandingan bulu tangkis dan sepakbola, tapi galah? Atlet kami Roslinda Samsu harus menghadapi permusuhan dari penonton, tapi hal itu tidak menghentikannya dari meraih medali emas. Dia bahkan memecahkan rekor SEA Games-nya sendiri.

Pada cabang sinkronisasi menyelam, Malaysia lagi-lagi menghadapi kerumunan penonton Indonesia yang marah. Tapi lagi duet atlet kami, Leong Mun Yee dan Wendy Ng Yan Yee, meraih medali emas. Kita tidak akan pernah bisa kembali ke semangat asli SEAP Games 1959, ketika ada niat tulis dan persaingan sportif.

Mungkin itu sama dengan semua pertandingan yang dibungkus dengan kebanggaan nasional dan egoisme individual dengan dukungan uang sponsor, yang berdampak nyata pada kinerja. Politisi-politisi kini juga mendominasi banyak asosiasi olahraga. Mereka semua menggunakan kemenangan untuk menaikkan popularitas mereka.

Lebih buruk lagi, kita semua tahu bahwa bangsa-bangsa yang menggunakan nasionalisme, bahkan pada pertandingan olahraga, untuk menyatukan rakyat mereka. Apalagi menghadapi setumpuk isu politik domestik.

Menang adalah penting, namun bukan segalanya. Tentu saja, harus ada penghormatan dan penghargaan. Kebencian terbuka terhadap tamu Anda benar-benar tidak dapat diterima dan merupakan aib yang memalukan. Sungguh memalukan kerumunan penonton yang bersikap bermusuhan, dan tidak memahami semangat persahabatan. (umi)
• VIVAnews

Komentar

Postingan populer dari blog ini

CMPDP 101!! Pengalaman lolos seleksi CMPDP 2017

"The most important investment you can make is in Yourself" - Warren Buffett -  Sebelumnya saya ingin ucapin selamat dan semoga sukses buat kalian yang sudah memutuskan untuk mendaftar seleksi CMPDP 2018 yang berakhir tanggal 9 April lalu.  Sejujurnya, sedikit samar-samar ingatan saya saat pertama kali mengikuti seleksi CMPDP ini tahun 2017. Namun, berhubung program ini masih permulaan dan terhitung sangat baru di kancah pertarungan para pencari kerja di Indonesia (masih asing ditelinga). Hari ini, saya terdorong untuk sharing dan semoga menjadi tambahan referensi bagi kalian yang ingin tahu lebih lanjut tentang program ini.  Awal cerita.... Pertama kali saya mendapatkan info tentang CMPDP 2017 adalah dari temen (ehm..teman hidup) saya :D, sebelumnya tidak pernah terbayang dipikiran saya untuk bekerja di industri pasar modal ini, apa lagi sebagai MT di perusahaan regulatornya (SRO: BEI, KPEI, KSEI) - ps. awalnya cuma tau BEI. Satu-satu wawasan ...

7 masjid dengan Menara terunik

7 Masjid dengan Menaranya Paling Unik – Di dunia ini ada jutaan masjid yang tersebar di seluruh negara. model dan bentuknya pun bermacam-macam. Lain wilayah, lain pula bentuknya. Masing-masing menampilkan kekhasannya. Ada yang model umum seperti mercusuar, octagonal, persegi empat, hingga bentuk spiral. Berikut tujuh bentuk menara masjid yang unik : 1. Menara Kudus Masjid yang terletak di Kota Kudus, Jawa Tengah, ini dibangun pada 956 H/1549 M. Masjid ini terkenal dengan menaranya yang unik, yang merupakan bagian dari kompleks makam Sunan Kudus. Menara ini pada dasarnya meniru bangunan candi zaman Majapahit yang terdiri dari kaki dan tubuh bangunan yang berjenjang beserta pelipit-pelipit mendatar sebagai batas. Bagian dinding menara terbuat dari material batu bata. Sementara bagian atas menara berbentuk atap tumbang dengan konstruksi kayu. Hiasan bidang, meskipun sudah disamarkan, masih tampak seperti bekas-bekas hiasan pada bangunan candi. 2. Masjid Istiqlal Jakarta Masjid Ist...

5 Novel Terkenal yang Terinspirasi dari Mimpi

Semua orang bermimpi, dan sebagian besar mimpi kita adalah hasil dari pikiran bawah sadar yang memproses pemikiran dan perasaan dalam kehidupan sehari-hari. Namun seringkali seseorang yang kreatif memiliki mimpi yang bisa mengilhami mereka untuk membuat suatu karya yang hebat. Berikut adalah 5 contoh novel terkenal yang terinspirasi oleh mimpi para penulis di saat mereka tidur. 1. Twilight (Stephenie Meyer) . Pada bulan Juni 2003, Stephenie Meyer terbangun dari mimpi tentang sepasang kekasih muda yang berbaring di padang rumput sedang mendiskusikan mengapa cinta mereka tidak pernah bisa bersatu. Dalam website-nya, Meyers mengatakan,"Salah satu dari pasangan ini hanyalah gadis biasa, dan satu lagi adalah seorang pria yang sangat tampan, gemerlapan, dan seorang vampir. Mereka sedang membahas rintangan yang melekat bahwa mereka saling jatuh cinta satu sama lain sementara yang seorang vampir tertarik pada aroma darahnya." Mimpi ini ternyata menjadi salah satu seri yang pali...